Warna Biru Logo SBI, Sebiru Sorban Syaikh Badri Mashduqi


 

Pada hari Kamis, 27 April 2017 : Setelah bentuk logo SBI (Syaikh Badri Institute) ditetapkan, maka berikutnya Kelompok Kajian SBI membicarakan lebih fokus tentang warna logo. Karena itulah, mereka memandang bahwa warna logo merupakan bagian tak terpisahkan. Berikut diskusi intensif Kelompok Kajian SBI, melalui nedia cerdas (Group WA SBI Kajian) :

Taufik Syahir (Kotaanyar Probolinggo) : Sekedar pendapat ustadz…, apa soal warnanya hanya cukup satu warna ustadz… Desain warna juga ada makna filosofisnya dan nilai-nilai seni…Terima kasih.

Solahuddin (Kotaanyar Probolinggo): Berrik (diwarnai) warna pelangi pas.

Abdullah Afyudi (Alastengah Besuk Probolinggo) : Warna pink, atau orange (sambil ketawa)

Abdurrahim (Kota Probolinggo) : Gitu udah asyik warnanya sejuk seperti perpaduan langit dan samudra biru mempesona. Ah, aku terpesona di buatnya.

Sufyan (Besuk Probolinggo): Mungkin elemen yg ada di logo warnanya disesuaikan dg filosofinya…

Saifullah (Paiton Probolinggo): Amat penting. Kita harus tegas menetapkan warna. Kalau kita santri-santri Syaikhuna tidak tegas dlm hal ini, maka bagaimana kita memberikan jawabannya. Setuju ustadz.

Suatu ketika saya ke KH.Fauzan Adhiman Fathullah (muqaddam Tijani). Sekitar setahun sebelum beliau wafat, saya ke sana (kediamannya di Wonoasih Kota Probolinggo). Waktu itu saya bersama kawan Rohim (ipar ust. Assaluddin), Group WA SBI Kajian ini. Sehari semalam saya nginap di dalem Kiai Fauzan. Disela pembicaraan, saya tanya ke beliau:

“Kiai, warna lambang Tarekat Tijani persisnya seperti apa ?”

“Na ganeka kaule se ta’ habis pikir ka reng -oreng (Nah, itulah yang saya tak habis pikir ke orang – orang)”, jawab Kiai Fauzan.

“Mangken neka oreng ngobe berna sakareppa dibik (sekarang itu merubah warna seenaknya sendiri),” tambah Kiai Fauzan.

Padahal menurut Kiai Fauzan, warna logo atau lambang Tarekat Tijani Indonesia (maaf kalau tidak salah apa hanya dua atau tiga, ada di catatan saya). Jadi, yang tersebar sekarang itu banyak warnanya yang sudah dirubah, entah siapa yang merubahnya. Hal demikian semoga jadi pelajaran buat kita.

Karena itulah, pewarnaan logo SBI dari kita harus tegas. Dan filosofi warna juga kita tentukan sehingga kita punya acuan dan bisa secara tegas memberi jawaban kepada orang – orang yang menanyakan tentang warna tersebut. Selain itu, apabila terdapat orang – orang yang seenaknya mewarnai logo SBI, maka kita juga bisa menegur mereka sesuai warna yang telah kita tetapkan.

Silakan warna dieksplor lagi, dari sisi pewarnaan dan filosofinya agar lebih terasa dan terungkap kedalaman maknanya. Terutama inspirator, pencetus logo itu sendiri itu pasti paling paham. Sehingga tak ada kesan, warna logo SBI sebatas nilai seninya saja.

Amir Mahmud (Kotaanyar Probolinggo): Mungkin ada masukan ust. Selain biru, hijau, yang lebih menyejukkan.

Saifullah : Di pikiran saya ada, kita tahu kan bahwa Syaikhuna Badri Mashduqi berciri khas sorban biru. Ada seorang Kiai yang mengatakan ke saya bahwa simbol biru itu adalah malaikat. Tapi dasar saya memilih warna biru karena bertitik tolak pada ciri khas SORBAN SYAIKHUNA BADRI MASHDUQI.

Amir Mahmud: Ust saiful ini = ini sebelah kiri ijo sebelah kanan biru (memperlihatkan warna biru dan hijau).

Saifullah : Warna biru. Maaf itu sejauh ide saya. Sehingga tidak sekedar filosofi terhadap warna, nilai seni, dan bahkan warna tersebut sebagai ciri khas kecintaan Syaikhuna Badri Mashduqi, yaitu sorban biru.

Amir Mahmud : Biru itu bermacam ragamnya sampai biru tosca. Dan psikologi tdk berbeda…kalo ini mau dibiru lautkan, monggo….
Tapi coba perhatikan dulu secara detail sorban biru syaikhuna.

Amir Mahmud : (memperlihatkan arti dari lambang biru) kepercayaan, kedamaian, kesetiaan, ketulusan, kesetiaan, adil berpikir.

Solahuddin : Mun nganggui warna ” KONINGAH KONYI’ LO OLOWEN?  ”

Amir Mahmud : Subhanallah….Atambeh Berrit Nyaman riyah……. (memperlihatkan warna yang sudah dipandang selesai. Warna logo SBI sudah selesai dibuat)

Ihsan (Lumajang) : (menyetujui warna logo SBI) Karena beliau penggagas bahsul masail NU dan pelopor kebesaran NU maka harus pakai warna nahdhotul ulama’ yakni warna biru NU seperti warna sorban beliau.

Dari hasil diskusi tersebut dapat dijadikan dasar pertimbangan dan keputusan tentang “Warna Logo SBI”:

“WARNA BIRU LOGO SBI, SEBIRU SORBAN SYAIKH BADRI MASHDUQI”

Selanjutnya secara legal formal, ditindaklanjuti penetapannya oleh SBI tentang adanya “Warna Logo SBI”. Kraksaan, 1 Mei 2017
The Syaikh Badri Institute


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *